Skip to main content

OPEN ARMS - LENGAN TERKEMBANG (Yayasan Selasar Sunaryo)

Pada 25 Agustus 2023, Yayasan Selasar Sunaryo mengadakan sebuah lokakarya sebagai bagian dari program Open Arms/Lengan Terkembang. Lokakarya yang berfokus pada tata kelola/manajemen seni melibatkan individu maupun kolektif seniman difabel beserta para pendamping dan fasilitator mereka. Tujuan lokakarya ini adalah memberikan pemahaman tentang aspek-aspek manajerial yang tercakup dalam berbagai kegiatan produksi, distribusi dan apresiasi seni rupa



Fasilitator sesi pertama lokakarya yang berjudul 'Aspek-aspek Tata Kelola Seni Rupa' adalah seniman Bandung Gabriel Aries dan manajer program Open Arms, Agung Hujatnikajennong. Dalam sesi ini, mereka berbagi tentang pola kerja dan langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk mendukung karir kesenimanan. Selain pemetaan ruang-ruang seni rupa di Indonesia, materi sesi ini juga mencakup strategi promosi karya-karya seniman, seperti menyusun CV dan portofolio, serta merancang konten website dan media sosial.
Sesi kedua lokakarya berjudul ‘Pendampingan Bagi Seniman-seniman dengan Disabilitas’. Difasilitasi oleh Nawa Tunggal, tujuan sesi ini adalah untuk memberikan gambaran pentingnya peran fasilitator atau pendamping seniman-seniman dengan disabilitas.
 
Secara umum, lokakarya ini menggarisbawahi pentingnya pengelolaan dukungan bagi kiprah seniman-seniman difabel di dunia seni rupa di Indonesia. Bersama-sama, kita bisa mendorong agar orang-orang seperti Pak Wi dan segenap seniman peserta program Open Arms dapat berkiprah, tidak hanya sebagai individu-individu yang memiliki kreativitas dan kekhasan tersendiri, tapi juga martabat yang setara dengan seniman-seniman non-difabel.  

Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam lokakarya ini. Sampai jumpa di pertemuan berikutnya!

Comments

Popular posts from this blog

USE YOUR ILLUSION - Edwins Gallery - Jakarta

Proses kreasi saya pada seri karya-karya ini  dimulai dari melihat kemungkinan bentuk dari raw  materials yang mungkin tercapai saat dikombinasikan dengan material lain yang berbeda karakter, warna, ataupun berbeda ukurannya. Buat saya karya ini bicara tentang  bagaimana saya memberikan ilusi itu adalah bagaimana cara kita melihat sesuatu itu bukan hanya dipengaruhi oleh mata tapi juga dipengaruhi oleh pikiran jadi di satu sisi mata mempengaruhi pikiran di satu sisi lain pikiran mempengaruhi mata Pada proses berkarya saat saya menentukan material batu dan berpikir mengenai bentuk apa yang mungkin dicapai oleh material tersebut saat dikomunikasikan dengan material lain.  dititik itu saya berimajinasi, pikiran saya menciptakan sebuah gambaran bentuk yang nantinya akan direalisasikan menjadi kenyataan seperti halnya ilusi di mana kebenaran dibangun dari sugesti visual-visual yang saya dapatkan hadir dari pengalaman estetis yang ban...

( Sleeping Beauty ) / stone, newspaper,210x 110x30cm / 2011

( Last Journey ) / sand, stone / 2011